Peterongan, 17 Februari 2025 – Dua siswa sekaligus santri dari SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Malyka Najwazzahra dan Aqilla Khumaira Sherinanda dari kelas XI-7, berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Nasional Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh PT Genetika Science.
Kompetisi ini mengusung tema “Aplikasi Bioteknologi dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia”, yang bertujuan mendorong generasi muda untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Malyka dan Aqilla mengusung karya tulis berjudul “Konservasi Proaktif dengan Deteksi PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap Avian Polyomavirus pada Beo Nias (Gracula Robusta)”. Penelitian mereka menyoroti pentingnya metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam mendeteksi Avian Polyomavirus, virus yang dapat mengancam populasi Beo Nias (Gracula Robusta) salah satu burung endemik Indonesia yang keberadaannya semakin terancam.
Menurut Malyka dan Aqilla, konservasi tidak hanya dilakukan dengan menjaga habitat burung, tetapi juga dengan penerapan teknologi diagnostik modern. “Melalui deteksi dini menggunakan PCR, penyebaran penyakit dapat dicegah lebih awal, sehingga membantu mempertahankan populasi Beo Nias di alam liar,” ujar mereka.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA di seluruh Indonesia. Pengumuman pemenang dilakukan pada 10 Februari 2025 melalui situs resmi dan media sosial PT Genetika Science.
Prestasi ini menambah panjang daftar keberhasilan siswa-siswa SMA Darul Ulum 2 dalam berbagai kompetisi. Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT, Didik Sadianto, M.Pd menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Tim SMA Darul Ulum 2 Unggulan yang telah berjuang maksimal. Lebih lanjut, beliau menyampaikan terimakasih atas suport dan doa dari Para Kyai dan Ibu Nyai khususnya Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum serta seluruh civitas SMA Darul Ulum 2 Unggulan- BPPT yang sudah suport.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT serta membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia sains dan teknologi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.